Untitled-1
Laboratorium Mekatronika dan Robotika (Lab Mekatronik) Teknik Elektro Universitas Brawijaya merupakan laboratorium yang bergerak dalam penelitian dan pengembangan bidang keilmuan mekatronika dan robotika. Lab ini menjadi markas besar Tim Robot Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TEUB) yang melakukan kegiatan mulai dari rekrutmen, riset, produksi, hingga pengujian robot-robot yang dibuat untuk berbagai keperluan, terutama untuk perlombaan Kontes Robot Indonesia (KRI) yang dihelat oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Selain itu, laboratorium ini juga biasa digunakan oleh sebagian besar mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya dalam berbagai kegiatan praktis, seperti pengerjaan alat untuk tugas kuliah, pembuatan alat untuk perlombaan seperti PKM, LCEN, maupun kompetisi kreatifitas ilmiah mahasiswa sejenis, juga dalam kegiatan tugas akhir baik skripsi maupun thesis. Dan tahun ini, akan diselenggarakan praktikum mekatronika dan robotika untuk mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya.

Tim Robot TEUB memiliki enam sub-divisi. yaitu non teknis, KRAI (Kontes Robot ABU ROBOCON Indonesia), KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia), KRSI (Kontes Robot Seni Indonesia), dan divisi baru KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia). Tim Robot TEUB setiap tahunnya mengikuti KRI pada setiap divisi, setelah melalui proses Internal Battle dengan tim dari fakultas lainnya di Universitas Brawijaya. Jam kerja Tim Robot TEUB, dari Minggu sampai Jumat malam, pukul 20.00 – 02.00 dini hari.  Setiap anggota tim bertindak sebagai asisten yang bertanggung jawab atas kegiatan yang berlangsung di laboratorium. Lab Mekatronik dikenal sebagai “Lab Yang Tak Pernah Mati”, dimana selalu ada aktivitas penelitian dan pengembangan yang berkesinambungan oleh mahasiswa.

 

DSCF7542

Tim KRAI (dulunya KRI) merupakan tim robot yang pertama kali berdiri di Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Sempat bergabung dengan Jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya, kemudian tim dipisah menjadi dua di jurusan masing-masing. KRAI merupakan ajang kontes robot dimana pemenangnya akan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional ABU ROBOCON. Kompetisi tersebut merupakan kontes robot antar negara yang tergabung dalam Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). ABU adalah organisasi penyiaran di kawasan negara-negara Asia PAsifik yang beranggotakan lebih dari seratus stasiun televisi dan radio dari lima puluh Negara. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia sebagai anggota. Setiap tahunnya, kontes ini memiliki tema dan peraturan pertandingan yang berbeda-beda, sesuai negara penyelenggara kontes tingkat Internasional. Sebelum maju ke tingkat Internasional, setiap Negara harus menyelenggarakan kontes di Negara masing-masing, dengan tema dan peraturan yang sesuai peraturan internasional.
DSCF7552
Tim KRPAI terdiri dari dua divisi, yaitu KRPAI Beroda dan KRPAI Berkaki. Pada saat penyelenggaraan KRI Tahun 2003, dirasakan perlunya suatu jenis kontes robot serupa yang secara khusus memiliki kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pada tahun 2004 diselenggarakanlah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk yang pertamakalinyda guna mendorong peningkatan kualitas robot terutama pada sistem kontrolnya. Sejak tahun 2013, namanya sepakat diganti dengan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Penyelenggaraan KRPAI ini, diharapkan dapat berjalan secara paralel dan saling melengkapi dengan penyelenggaraan KRI dimasa-masa mendatang, sehingga diharapkan kemampuan robot yang akan ikut dalam kontes robot tersebut akan semakin meningkat secara tajam. Keberhasilan penyelenggaraan KRPAI selama ini dapat dibuktikan dengan perolehan medali emas dua kali untuk kategori Fire Fighting Robot Contest beroda dan berkaki pada Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Format aturan pertandingan dalam KRPAI 2013 dipilih dari aturan kontes robot sejenis yang telah diselenggarakan secara teratur yaitu Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat dan telah berlangsung lebih dari empat belas tahun.

 

 

DSCF7602

Tim KRSI merupakan tim yang membuat robot humanoid otomatis yang bisa menari tarian daerah mengikuti irama musik berdasarkan tema yang berbeda setiap tahunnya. Kontes Robot Seni tari Indonesia (KRSI) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan, pembuatan dan pemrograman robot  yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa Indonesia khususnya seni tari yang telah terkenal di bumi pertiwi. Tujuan dari kontes robot ini adalah untuk menumbuh kembangkan kreatifitas dan minat para mahasiswa dalam teknologi maju, khususnya teknologi robotika yang selain diperuntukkan bagi industri juga diharapkan dapat membantu kegiatan manusia sehari-hari serta seni budaya khususnya sen tari. KRSI pertamakali diadakan pada tahun  2009, sementara Tim KRSI TEUB pertamakali mengikuti kejuaraan tahun 2010. Hingga saat ini tim KRSI TEUB dikenal sebagai satu dari sedikit tim KRSI di indonesia yang menggunakan robot humanoid rancangan mahasiswa sendiri.

 

 

krsbi

Tim KRSBI adalah tim termuda yang merupakan ekspansi dari tim KRSI TEUB. Pada awalnya keduanya masih satu manajemen, yang tergabung dalam “The Humanoid Division”.  Pada tahun 2013 tim ini berdiri dan langsung melaju ke tingkat Nasional untuk mewakili Universitas Brawijaya dalam ajang KRSBI. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) tahun 2013 ini  adalah nama baru bagi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Robo Soccer Humanoid League (RSHL) tahun 2012 yang diselenggarakan sejak tahun 2009 dengan nama awal KRCI Expert Battle. KRSBI merupakan kontes robot sepak bola nasional yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi nasional untuk mewakili Indonesia dalam RoboCup yang merupakan kompetisi robot sepakbola resmi tingkat dunia di bawah organisasi RoboCup , seperti organisasi FIFA dalam kejuaraan dunia sepakbola manusia. Kontes robot nasional divisi sepak bola ini adalah salah satu program kreatifitas mahasiswa yang sangat strategis yang ke depannya didesain untuk dapat menjadi unggulan obyek penelitian dan edukasi rekayasa robotika tingkat dunia dengan kiblat langsung kepada komunitas yang sama di seluruh dunia. Divisi ini lahir di tahun 2009 dengan tema awal mirip robot pemadam api namun berhadap-hadapan untuk berebut memadamkan api. Pada tahun 2010, yaitu tahun ke-2 nama divisinya disederhanakan menjadi KRCI Divisi Battle dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, yaitu pengenalan obyek. Temanya menghendaki robot memiliki kemampuan pengenalan citra (image) melalui kamera karena obyek yang diperebutkan adalah bola-bola berwarna tertentu yang diletakkan di tempat-tempat tertentu. Hal ini sebagai persiapan untuk secara total divisi ini berafiliasi ke RoboCup divisi Kid Size Humanoid League Robo Soccer.

 

Lab Mekatronik juga menjadi pusat kegiatan pembuatan alat dalam kegiatan tugas perkuliahan, Program Kreatifitas Mahasiswa, dan juga skripsi maupun thesis. Saat ini, Lab Mekatronik telah menghasilkan puluhan karya hasil ide dan kreatifitas mahasiswa dalam bidang mekatronika dan robotika. Lab Mekatronik juga membantu mahasiswa menghasilkan puluhan judul skripsi yang berkaitan dengan pengembangan bidang robotika maupun bidang terkait.

 

 

banerbot1 (640x360)

 

 

Kedepannya, Lab Mekatronik akan dijadikan pusat kegiatan robotika di Universitas Brawijaya yang berkembang pesat dan berlevel Internasional. Dan terlebih lagi, Lab Mekatronika dan Robotika diharapkan dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan dan kemandirian Bangsa Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.